Sabtu, 12 September 2026

Desak Made Rita, Sang Kilat Bali Menuju Asian Games 2026

image.png


Nama Desak Made Rita Kusuma Dewi semakin lekat dengan prestasi panjat tebing Indonesia. Atlet kelahiran Buleleng, Bali, tersebut merupakan spesialis speed climbing yang telah menaklukkan berbagai kejuaraan dunia dan Asia.

Perjalanan Rita bermula dari Taman Kota Singaraja. Ketertarikannya terhadap panjat tebing muncul setelah ia diperkenalkan dengan dinding panjat di kota kelahirannya. Sejak 2018, Rita mulai serius berkompetisi dan perlahan membangun reputasi sebagai atlet speed climbing berbakat.

Medali emas PON XX Papua 2021 menjadi salah satu pijakan penting menuju level internasional. Desak Made Rita kemudian tampil di Piala Dunia dan mulai mengoleksi medali. Puncak kariernya terjadi pada 2023 ketika ia menjadi juara dunia speed putri dalam Kejuaraan Dunia di Bern, Swiss.

Rita kembali mengharumkan Indonesia dengan meraih medali emas Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023. Setahun berikutnya, ia tampil di Olimpiade Paris 2024 dan mengakhiri kompetisi di peringkat keenam.

Prestasi Desak Made Rita kembali mencuri perhatian pada 2026. Dalam Kejuaraan Asia di Meishan, China, ia meraih medali emas sekaligus mencatat rekor Asia speed putri dengan waktu 6,07 detik.

Konsistensinya berlanjut di Piala Dunia 2026. Rita meraih kemenangan di Krakow dan Chamonix serta mencatat posisi ketiga di Wujiang.

Kini, juara dunia dan pemegang rekor Asia tersebut bersiap membawa nama Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

 

Kamis, 10 September 2026

Kelapa Indonesia Disebut Bisa Jadi Mesin Ekonomi, Ini Masalah yang Harus Dibenahi

Kelapa kembali didorong menjadi komoditas strategis yang dapat memperkuat ekonomi Indonesia. Gerakan Rakyat menilai potensi kelapa sangat besar karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri.

Dorongan tersebut muncul dalam diskusi publik Mengembalikan Kejayaan Kelapa Indonesia yang digelar di Jakarta pada momentum Hari Kelapa Sedunia 2026.

Selain menjadi sumber penghasilan petani, kelapa memiliki peluang besar di sektor industri pengolahan. Produk seperti minyak kelapa, oleokimia, hingga briket tempurung memiliki pasar yang luas dan dapat menghasilkan nilai tambah.

Industri briket arang tempurung kelapa Indonesia bahkan disebut mampu menyumbang devisa lebih dari Rp6 triliun per tahun. Potensi tersebut menunjukkan bahwa kelapa tidak semestinya hanya dijual sebagai komoditas mentah.

Namun, pengembangan industri membutuhkan pembenahan sektor hulu. Peremajaan pohon tua, penyediaan bibit unggul, perluasan area tanam, serta perbaikan harga di tingkat petani menjadi sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan.

Kolaborasi pemerintah, pemerintah daerah, petani, pelaku industri, dan organisasi terkait dinilai penting agar pengembangan kelapa berlangsung dari hulu hingga hilir.

Jika dikelola secara konsisten, kelapa berpeluang kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.

 

Rabu, 09 September 2026

Prabowo Siapkan Rp3 Miliar untuk Atlet Indonesia yang Raih Emas Asian Games 2026


Presiden Prabowo Subianto memberikan kabar menggembirakan bagi atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026. Pemerintah menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi setiap atlet yang sukses membawa pulang medali emas dari Nagoya, Jepang.

 

Komitmen tersebut disampaikan ketika Prabowo melepas kontingen Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Bonus tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan olahraga tingkat Asia.

 

Nilai bonus emas Asian Games 2026 mencapai tiga kali lipat dibandingkan bonus emas SEA Games yang disebut sebesar Rp1 miliar. Sementara itu, besaran bonus bagi peraih medali perak dan perunggu belum diumumkan.

 

Pemerintah juga menyiapkan penghargaan dalam bentuk percepatan karier bagi atlet dan pelatih yang berprestasi. Kebijakan tersebut diharapkan memberikan masa depan yang lebih baik bagi para pejuang olahraga Indonesia.

 

Sebanyak 432 atlet Indonesia akan bertanding dalam 35 cabang olahraga. Mereka membawa misi untuk meningkatkan prestasi nasional sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih di Nagoya.

 

Dukungan pemerintah tersebut menjadi tambahan motivasi bagi kontingen Indonesia untuk tampil kompetitif dan mengejar medali sebanyak mungkin.

Jumat, 04 September 2026

Java United Semarang, Kuda Hitam Liga 1 Indonesia



Kehadiran Java United Semarang menjadi salah satu cerita menarik dalam perkembangan sepak bola Jawa Tengah. Mulai musim 2026/2027, klub yang sebelumnya dikenal sebagai Malut United resmi menggunakan nama Java United FC dan menjadikan Kota Semarang sebagai basis baru.

Stadion Jatidiri dipilih sebagai kandang untuk menjalani kompetisi kasta tertinggi. Perpindahan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi klub untuk membangun kedekatan dengan masyarakat dan suporter di wilayah Jawa Tengah.

Java United membawa pengalaman kompetitif yang cukup kuat. Dalam perjalanan sebelumnya, Malut United berhasil promosi dari Liga 2 pada musim 2023/2024. Klub kemudian membuat kejutan dengan finis di posisi tiga besar Liga 1 musim 2024/2025.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membangun era baru. Dengan julukan Laskar Kepodang Emas, Java United ingin tumbuh sebagai klub yang tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga ikut membangun sepak bola daerah.

Kehadiran Java United di Semarang membuka peluang baru bagi talenta lokal, komunitas sepak bola, dan masyarakat untuk memiliki klub yang dapat menjadi representasi baru Jawa Tengah di panggung nasional.



Baca Versi lengkapnya di sini : Profil Java United, Laskar Kepodang Emas dari Semarang

Persebaya berhasil gaet Matheus Lagoa


Pemain asal Brasil, Matheus Lagoa, resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya dan menjadi rekrutan pemain asing ke-11 bagi skuad Green Force.
Sejak memulai karier profesionalnya pada 2017, pemain kelahiran 13 Maret 1996 tersebut belum pernah bermain di luar Brasil sebelum akhirnya memutuskan menerima pinangan Persebaya.
Lagoa mengungkapkan bahwa fanatisme serta dukungan militan suporter Persebaya yang mirip dengan atmosfer sepak bola di kampung halamannya menjadi alasan utama ia yakin berkarir di Indonesia.

Kamis, 03 September 2026

Soemitro Djojohadikoesoemo, Begawan Ekonomi Indonesia



Soemitro Djojohadikoesoemo, yang juga ayah dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, lahir di Gombong, Kebumen, pada 29 Mei 1917. Beliau, merupakan anak sulung Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang juga pendiri Bank Negara Indonesia, bernama Siti Katoemi Wirodihardjo.

Soemitro malangsungkan kuliah di Netherlands School of Economics, sekarang Erasmus University Rotterdam, dan mendapatkan gelar Bachelor of Arts.  Selanjutnya beliau melanjutkan kuliah hingga mendapat gelar doctor di universitas yang sama.  

Soemitro menikah dengan Dora Marie Sigar, yang memiliki empat anak, yaitu Biantiningsih, yang menjadi lulusan Harvard, Maryani, seorang ahli mikrobiologi, Prabowo Subianto, presiden Indonesia, dan Hashim Djojohadikusumo, seorang pengusaha
Pada tahun 1950, Soemitro  dipercaya menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia pada tahun 1950, dan kemudian menjadi Menteri Keuangan  tahun 1955 hingga 1956.  

Tahun 1955, ia mendirikan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan mengusung Fakultas Ekonomi U I menjadi pusat studi andalan. Dari tahun 1942 hingga 1994,  ia menulis sekitar 130 buku dan makalah. Di Universitas Indonesia, Sumito sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi.
pada 1957, Sumitro bergabung dengan PRRI/Permesta, dan tinggal di luar negeri. Ketika Suharto menggantikan Sukarno, beliau menugaskan Ali Murtopo,  untuk memulangkan Soemitro ke Indonesia.
 
Selanjutnya, Sumitro diangkat menjadi Menteri Perdagangan dari 1968 hingga 1973, dan Menteri Negara Riset  1973 sampai dengan 1978.  Bapak dari Presiden Prabowo ini tutup usia pada 9 Maret 2001 di Jakarta setelah berjuang melawan penyakit jantung, Di usia hampir 84 tahun.

Profil Soemitro Djojohadi koesoemo


Sabtu, 29 Agustus 2026

Pemetaan Pertanian Berkelanjutan Desa Glapansari, Ada Penyusutan Lahan 6,27%

KKN_Undip_Glapansari_2026_4.png
Tim II KKN-T 56 Universitas Diponegoro (Undip) melakukan pemetaan pertanian berkelanjutan di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Program berbasis analisis spasial ini menghasilkan delapan kajian yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan pertanian dan pembangunan desa.

Salah satu hasil pemetaan menunjukkan lahan pertanian di Glapansari mengalami penyusutan sekitar 6,27% pada 2020–2025. Sementara itu, area terbangun meningkat sekitar 0,83%. Temuan ini menjadi informasi penting untuk mengantisipasi alih fungsi lahan dan menjaga keberlanjutan pertanian.

Pemetaan juga dilakukan terhadap lokasi optimal sarana pendukung hasil pertanian. Komoditas yang menjadi perhatian meliputi tembakau, cabai, bawang merah, bawang putih, dan kopi. Dari hasil diskusi, petani menyampaikan kebutuhan terhadap jalan usaha tani untuk mempermudah akses menuju lahan.

Mahasiswa turut mengidentifikasi lahan kritis berdasarkan erosi, curah hujan, dan penggunaan lahan. Selain itu, pemetaan limitasi alih fungsi lahan dilakukan untuk mengetahui kawasan yang perlu dipertahankan.

Program lainnya mencakup pemetaan zonasi pertanian berkelanjutan, distribusi hasil pertanian, serta kerentanan bencana berdasarkan aspek fisik, sosial, dan ekonomi.

Hasil pemetaan menunjukkan sebagian besar hasil pertanian dipasarkan melalui tengkulak menuju Pasar Parakan dan Pasar Temanggung. Seluruh data kemudian akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Glapansari sebagai bahan perencanaan pembangunan dan kebijakan pertanian yang lebih berkelanjutan

Umum