Kamis, 30 Juli 2026

Gugurnya Adisucipto .

Gugurnya Adisucipto .
Tahukah kamu? Salah satu pahlawan TNI Angkatan Udara gugur bukan saat menyerang musuh, tetapi ketika menjalankan misi kemanusiaan. Namanya Komodor Muda Udara Anumerta Agustinus Adisutjipto, pilot pertama Angkatan Udara Indonesia yang lahir di Salatiga pada 4 Juli 1916. Pada Agresi Militer Belanda I tahun 1947, Adisutjipto bersama Abdulrahman Saleh menerbangkan pesawat Dakota VT-CLA, menuju India untuk menembus blokade udara Belanda. Misi itu berhasil membawa pulang bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya, yang sangat dibutuhkan Indonesia. Namun, saat pesawat hendak mendarat di Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta, pada 29 Juli 1947, dua pesawat tempur Kittyhawk Belanda tiba-tiba menyerang. Pesawat Dakota jatuh. Agustinus Adisutjipto gugur bersama Abdulrahman Saleh dan sejumlah penumpang lainnya. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah TNI Angkatan Udara.

Gugurnya Adisucipto dan kawan-kawan

#SejarahIndonesia #Sejarah #SayaSukaSejarah #thedjadoeler #penikmatsejarah #short #shorts #shortvideo #history  #TNI #TNUAU #SejarahMiliter #Indonesia #adisoecipto #adisoemarmo #abdurrachmansaleh #maguwo #Dakotavtcla #pahlawannasional #angkatanudara

Lulus S3 di Usia 27 Tahun, Yesita Jadi Doktor Termuda UGM dengan IPK 3,99

Yesita Vera Saraswati mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi wisudawan termuda Program Doktor pada Wisuda Pascasarjana Periode IV Universitas Gadjah Mada (UGM). Perempuan asal Klaten, Jawa Tengah, itu menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan dalam waktu 3 tahun 9 bulan 10 hari dan lulus dengan predikat cumlaude serta IPK 3,99.

Saat diwisuda, usia Sita baru 27 tahun 10 bulan. "Rasanya luar biasa. Ada perasaan lega ketika segala sesuatu yang dulunya terasa sangat berat akhirnya terbayar setelah lulus," ujarnya.

Selama menempuh studi, Yesita Vera tidak hanya menyelesaikan disertasi, tetapi juga memimpin tim penelitian yang beranggotakan sekitar 70 hingga 80 mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai laboratorium.

Melalui Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), Sita meneliti pengembangan ayam lokal melalui persilangan dan seleksi genetik. Penelitiannya bertujuan menghasilkan galur ayam lokal baru yang memiliki kualitas genetik lebih baik dan berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional.

Di tengah padatnya aktivitas riset, Sita tetap aktif berorganisasi dan mengikuti kegiatan seni budaya. Setelah resmi menyandang gelar doktor, ia bertekad berkarier sebagai akademisi. Baginya, gelar doktor bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, meneliti, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Baca selengkapnya di sini

Yesita Vera Saraswati, Doktor Termuda UGM dengan IPK 3,99

Rabu, 29 Juli 2026

Menata Ruang Masa Depan: Menerjemahkan Rencana Tata Ruang Menuju Aksi Nyata Berkelanjutan

Penyelenggaraan penataan ruang merupakan salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui tata ruang, pemerintah memiliki pedoman dalam mengarahkan pemanfaatan ruang agar selaras dengan potensi wilayah, daya dukung lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta tujuan pembangunan jangka panjang.  Perkembangan wilayah yang pesat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, industrialisasi, serta peningkatan aktivitas ekonomi telah menyebabkan kebutuhan ruang terus meningkat. Ruang tidak lagi dipandang sekadar wadah aktivitas manusia, melainkan sumber daya bernilai ekologis, sosial, ekonomi, budaya, dan pertahanan yang harus dikelola secara seimbang. Oleh karena itu, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) disusun untuk memberikan arahan struktur ruang, pola ruang, serta kawasan strategis yang menjadi acuan seluruh pelaku pembangunan.

Lanjut di sini

Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang


Karier mentereng di korporasi negara menjadi batu loncatan yang cukup berarti birokrasi. Inilah narasi hidup Anom Widiyantoro, pria kelahiran Cimahi, 20 Maret 1970, yang sempat membawa sejuta harapan bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.
Berbekal gelar Magister Manajemen dari Universitas Padjadjaran, langkah kaki Anom semula begitu kokoh. Dua puluh lima tahun lamanya ia mengabdi di PT Wijaya Karya (WIKA), meniti tangga dari staf biasa hingga melesat menjadi General Manager. Tak berhenti di sana, ia bahkan dipercaya menduduki kursi Direktur Keuangan PT Hotel Indonesia Property. Rekam jejak murni profesional BUMN ini yang membuatnya tampak berkilau.
Magnet panggung politik rupanya terlalu kuat untuk ditepis. Didukung oleh koalisi besar Partai Golkar, ia memenangkan Pilkada 2024 dan resmi dilantik sebagai Bupati Pemalang pada 20 Februari 2025. Angin segar perubahan diembuskan, janji-janji kemakmuran dititipkan di pundaknya.
Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang

Sabtu, 25 Juli 2026

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang

Akhir-akhir ini, isu pemanfaatan ruang hangat menjadi sorotan masyarakat akibat maraknya kasus yang bersinggungan langsung dengan hukum. Fenomena alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan tambak, pendirian bangunan di atas sawah yang tergolong Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), aktivitas pertambangan ilegal di kawasan lindung, hingga menjamurnya bangunan liar di sepanjang sempadan sungai merupakan potret buram penataan ruang kita saat ini.

Di sisi lain, ruang hidup tempat manusia dan makhluk hidup lainnya beraktivitas serta mempertahankan kelangsungan hidup memiliki keterbatasan dimensi fisik yang mutlak. Tidak semua jengkal ruang dapat dihuni atau digunakan secara bebas karena adanya wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana. Kompleksitas ini diperparah oleh pola pelibatan masyarakat yang masih timpang.

Selama ini, warga umumnya hanya dilibatkan pada tahap awal perencanaan (seperti penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW) yang sifatnya formalitas hanya diwakili segelintir tokoh masyarakat atau perangkat desa yang dianggap representatif. Sebaliknya, pada tahap pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang, suara serta keterlibatan aktif warga terdampak sering kali diabaikan.

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang



Sejarah hamburger, makanan paling laris di dunia

Hamburger dikenal sebagai makanan khas Amerika Serikat, tetapi memiliki akar sejarah yang panjang dan lintas budaya. Kisah asal-usulnya sering dikaitkan dengan bangsa Tartar, meski lebih dianggap sebagai legenda. Jejak yang lebih jelas terlihat pada hidangan steak tartare di Eropa.

Selasa, 21 Juli 2026

Pejabat Baru BGN yang dilantik Juli 2026

 Pejabat Baru BGN yang dilantik Juli 2026


Sore itu, Selasa (21/7/2026), suasana di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, terasa berbeda dari biasanya. Langkah kaki para pejabat dan sorot lampu kamera media memenuhi ruangan. Di tengah perhatian publik yang tertuju pada efektivitas program-program gizi nasional, BGN secara resmi mengumumkan kabar penting: perombakan besar-besaran di jajaran Pimpinan Tinggi Madya.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, berdiri di hadapan awak media untuk memperkenalkan lima sosok baru yang siap memegang kendali di posisi-posisi krusial. Bukan tanpa alasan, perombakan ini merupakan langkah cepat menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto guna memperbaiki tata kelola lembaga serta mengakselerasi program prioritas Makan Bergizi Gratis.

"Melalui penunjukan langsung oleh Presiden. Kemarin, kami mendapatkan Kepres untuk mengangkat beliau-beliau ini, pejabat tinggi madya," ujar Arumsari dengan mantap di hadapan para wartawan.

Arumsari tak menampik bahwa BGN membutuhkan penyegaran dan amunisi baru. Tantangan besar dalam memastikan distribusi gizi yang merata dan transparan di seluruh Indonesia menuntut jajaran pimpinan yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga siap bergerak cepat. "Kami membutuhkan tim untuk memperbaiki tata kelola BGN dan Makan Bergizi Gratis," tambahnya menyoroti komitmen BGN.

Deretan Nahkoda Baru di BGN

Lantas, siapa saja sosok-sosok yang dipercaya mengisi kursi strategis ini? Berikut adalah lima pejabat tinggi madya yang baru saja resmi dilantik:

  • Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si. – Memegang posisi kunci sebagai Sekretaris Utama, siap mengawal administrasi dan operasional BGN secara menyeluruh.

  • dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M. – Dipercaya sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, bertugas merapi regulasi dan alur kerja internal.

  • Zainuri, Ak. – Mengisi posisi Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, sosok yang bakal menjamin rantai pasok dan distribusi gizi berjalan lancar tanpa hambatan.

  • Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. – Menjabat sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, siap membangun sinergi dengan berbagai pihak dan memperluas jangkauan edukasi gizi.

  • Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. – Mengemban amanah sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, garda terdepan dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas program.


Misi Besar Menjaga Piring Gizi Anak Bangsa

Masuknya darah baru di jajaran pimpinan BGN ini membawa angin segar sekaligus harapan besar bagi masyarakat. Tugas di depan mata jelas tidak mudah—memastikan program Makan Bergizi Gratis benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan dengan kualitas yang terjaga.

Kini, publik menunggu gebrakan nyata dari formasi baru BGN ini dalam membuktikan transparansi dan efektivitas kerja demi masa depan gizi anak-anak Indonesia

Umum