Sabtu, 31 Oktober 2026

PUG Palembang 2026: Dari Data Penduduk hingga Kebijakan Pembangunan Berkeadilan

Palembang — Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kota Palembang tidak lagi ditempatkan sebagai program sektoral. Pemerintah kota mendorong agar prinsip kesetaraan masuk ke seluruh siklus pembangunan, dari membaca data masyarakat, menyusun rencana, menentukan anggaran, melaksanakan program hingga melakukan evaluasi.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa saat mengikuti Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan PUG Tahun 2025 dalam rangka Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (PPE) Kota Palembang Tahun 2026, Rabu (28/10/2026).

Bagi Pemkot Palembang, data menjadi titik awal.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Palembang pada 2024 mencapai 1.840.415 jiwa. Dari jumlah tersebut, 921.318 jiwa merupakan laki-laki dan 919.097 jiwa perempuan.

Komposisi penduduk yang relatif seimbang tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan kebutuhan kedua kelompok secara adil.

Namun PUG tidak berhenti pada persoalan jumlah penduduk.

Pemkot juga mencermati kondisi kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan Palembang turun menjadi 9,04 persen pada 2025, dibandingkan 9,77 persen pada 2024.

Sementara Indeks Ketimpangan Gender Kota Palembang pada 2024 berada di angka 0,268.

Indikator tersebut kemudian menjadi bagian dari konteks pembangunan yang perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan.

Ratu Dewa menegaskan PUG tidak boleh dipahami sebagai program khusus perempuan.

"Pembangunan yang berkualitas tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur semata. Kita harus memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat," katanya.

Artinya, pembangunan infrastruktur sekalipun perlu mempertimbangkan siapa yang menggunakan dan siapa yang memperoleh manfaat.

Pembangunan jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, pelayanan publik maupun bantuan sosial harus dirancang dengan memperhatikan kondisi masyarakat yang beragam, termasuk anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Untuk memperkuat pendekatan tersebut, Pemkot Palembang telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Palembang Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender.

Aturan tersebut menjadi dasar integrasi PUG dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan.

Dalam proses verifikasi, Ratu Dewa juga memberikan perhatian terhadap kualitas dokumen dan bukti dukung.

Ia meminta perangkat daerah, Kelompok Kerja PUG dan focal point tidak menjadikan evaluasi sekadar proses administratif untuk memperoleh penghargaan.

BAPPERIDA dan DPPPA diminta memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan rekomendasi tim verifikator ditindaklanjuti.

Bagi Pemkot Palembang, keberhasilan PUG pada akhirnya tidak cukup dilihat dari penghargaan yang diperoleh. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan nyata: semakin terbukanya akses, kesempatan dan manfaat pembangunan bagi seluruh warga.

"Keberhasilan PUG pada akhirnya bukan ditentukan oleh nilai evaluasi atau trofi penghargaan yang diperoleh," ujar Ratu Dewa.

 

Sabtu, 17 Oktober 2026

Manchester United Pantau Bazoumana Toure, Solusi Baru untuk Lini Serang?

Bazoumana_Toure_6.jpg

Manchester United dikabarkan tertarik memantau perkembangan Bazoumana Toure, winger muda Newcastle United yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain penting di Liga Inggris.

Pemain berusia 20 tahun asal Pantai Gading itu disebut masuk radar MU bersama sejumlah klub lain. Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Aston Villa juga dikabarkan mengikuti perkembangannya.

Toure menarik perhatian berkat kecepatan, kelincahan, serta keberaniannya membawa bola melewati pemain lawan. Kemampuan tersebut bisa menjadi modal penting bagi klub yang membutuhkan variasi serangan dari sektor sayap.

Manchester United berpotensi melihat Bazoumana Toure sebagai salah satu opsi untuk memperkuat kedalaman skuad. Namun, kebutuhan taktis tim dan kesempatan bermain akan menentukan apakah pendekatan terhadap pemain tersebut layak dilakukan.

Newcastle tentu tidak akan mudah melepasnya. Klub itu baru merekrut Toure dari TSG Hoffenheim pada Juli 2026 dengan biaya yang dilaporkan mencapai sekitar 43 juta pound sterling.

Dengan kontrak hingga 2031, Newcastle memiliki posisi kuat dalam menentukan masa depan sang pemain.

Sampai sekarang, belum ada pengumuman resmi mengenai tawaran MU ataupun kesepakatan transfer. Karena itu, rumor tersebut masih harus diperlakukan sebagai informasi awal yang belum terkonfirmasi.

Apabila ketertarikan Manchester United berkembang menjadi langkah nyata, Toure berpotensi menjadi salah satu nama menarik dalam perbincangan bursa transfer mendatang. Namun, keputusan akhirnya tetap bergantung pada klub dan pemain.

 

Baca artikel lainnya : Bazoumana Toure Masuk Radar Manchester United

 

Kamis, 15 Oktober 2026

Ada Pohon Berbahaya di Pinggir Jalan? Warga Buleleng Bisa Lapor Lewat Green RTH

BULELENG — Menemukan pohon di pinggir jalan yang membutuhkan pemangkasan? Warga Kabupaten Buleleng kini tidak perlu repot membuat surat atau mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Permohonan dapat diajukan secara online melalui aplikasi Green RTH.

Layanan tersebut mulai digunakan setelah diluncurkan pada 1 Oktober 2026. DLH Buleleng menghadirkan aplikasi ini untuk mempercepat sekaligus mempermudah akses pelayanan masyarakat.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Buleleng, Made Adiana, mengatakan warga hanya perlu memasukkan data diri, mengunggah foto pohon, dan mencantumkan lokasi melalui titik koordinat.

Namun, setiap laporan tetap melalui proses pemeriksaan. Operator akan memverifikasi pengajuan sebelum petugas turun ke lapangan. Kondisi pohon kemudian dikaji untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Jika diperlukan pemangkasan, DLH akan menyusun jadwal pekerjaan. Masyarakat dapat melihat informasi tindak lanjut tersebut melalui aplikasi.

Green RTH juga tidak hanya melayani pemangkasan pohon. Aplikasi ini menyediakan reservasi penggunaan ruang terbuka hijau, pengaduan fasilitas taman, serta penyewaan sembilan kios untuk pelaku UMKM.

 

Rabu, 14 Oktober 2026

Martha Tilaar Wafat, Pelopor Kosmetik yang Membawa Tradisi Nusantara ke Industri Modern

JAKARTA — Industri kecantikan Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dan pelopor kosmetik berbahan alami, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun.

Martha mengembuskan napas terakhir di RS Medistra, Jakarta, pukul 06.22 WIB. Kabar duka tersebut disampaikan keluarga melalui saluran resmi perusahaan.

Nama Martha dikenal luas karena keberhasilannya mengembangkan bisnis kecantikan dengan mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia. Ia meyakini bahwa tradisi perawatan tubuh Nusantara dapat dikembangkan menjadi produk modern tanpa kehilangan identitas asalnya.

Keyakinan itu diwujudkan melalui Sariayu, yang diluncurkan pada 1977. Merek ini menggabungkan inspirasi tradisi kecantikan Indonesia dengan perkembangan ilmu kosmetik.

Sebelum mencapai tahap tersebut, Martha memulai usaha dari salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di Menteng, Jakarta, pada 1970. Usaha kecil itu kemudian tumbuh menjadi bisnis yang mencakup produksi kosmetik, pendidikan kecantikan, spa, dan distribusi.

Namun, kontribusi Martha tidak terbatas pada dunia usaha. Ia turut mendorong pendidikan dan pelatihan kecantikan bagi perempuan, membuka kesempatan pengembangan keterampilan, serta mendukung pelestarian tanaman obat Indonesia.

Pada 2016, Martha menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pengakuan atas kontribusinya terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan.

Martha Tilaar juga mengembangkan upaya konservasi melalui Kampoeng Djamoe Organik di Cikarang, yang antara lain berfokus pada tanaman obat, kosmetik, dan aromatik.

Keluarga menjadwalkan pemakaman Martha pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.

Kepergiannya meninggalkan pesan penting bagi industri nasional: tradisi dan kekayaan alam bukan sekadar peninggalan masa lalu. Keduanya dapat menjadi sumber inovasi, identitas, dan peluang ekonomi ketika dikembangkan dengan pengetahuan serta visi jangka panjang.

Kamis, 08 Oktober 2026

JPO Alun-alun Majalengka Dibangun, Tak Cuma untuk Penyeberangan Warga


Majalengka - Warga Majalengka bakal memiliki fasilitas publik baru di kawasan Alun-alun. Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mempercantik pusat kota.

Kehadiran JPO Alun Alun Majalengka menjadi penting karena kawasan Alun-alun merupakan salah satu lokasi dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Warga datang untuk berolahraga, bersantai, berkumpul hingga mengikuti berbagai kegiatan.

Dengan adanya fasilitas penyeberangan, pergerakan pejalan kaki di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman.

Namun, pembangunan JPO tidak berhenti pada fungsi keselamatan. Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menyiapkan desain yang memiliki nilai estetika sehingga bangunan tersebut dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan.

JPO nantinya memungkinkan masyarakat menikmati suasana Alun-alun dari ketinggian. Desain yang menarik juga membuat fasilitas ini berpotensi menjadi tempat berswafoto.

Kondisi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan pusat kota. Masyarakat tidak hanya datang untuk melakukan aktivitas rutin, tetapi juga memiliki ruang baru untuk menikmati suasana kota.

Dampak lainnya berpotensi dirasakan sektor ekonomi. Meningkatnya aktivitas warga dan pengunjung di sekitar Alun-alun dapat menciptakan peluang bagi usaha masyarakat setempat.

Pemerintah daerah berharap pembangunan fasilitas tersebut mampu mendorong terciptanya pusat kota yang lebih hidup, tertata dan menarik.

Meski demikian, keberhasilan Pembangunan JPO Alun Alun Majalengka tidak hanya bergantung pada desain dan pembangunan. Kondisi fasilitas setelah digunakan juga akan menentukan manfaat jangka panjangnya. Karena itu, masyarakat perlu ikut menjaga kebersihan dan fasilitas yang tersedia.

JPO Alun-alun Majalengka akhirnya diharapkan memiliki fungsi yang lebih luas. Selain membantu warga menyeberang dengan aman, bangunan tersebut diproyeksikan menjadi ruang publik, spot foto dan salah satu ikon baru Kabupaten Majalengka.

Data Desil Warga Surabaya Dipertanyakan, AdaLansia Sendirian Masuk Desil 9


Surabaya - Akurasi data desil warga Surabaya menjadi sorotan. Data tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menyasar program bantuan sosial (bansos) dan beasiswa.

Persoalan itu disampaikan warga dalam kegiatan reses anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dr. Zurohtul Mar’ah di Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan.

Ketua RW 09 Morokrembangan, Tricahyono, menilai masih ditemukan data desil yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi ekonomi warga. Salah satu contoh yang disampaikan yakni seorang warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, tetapi tercatat dalam desil 9.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kelompok desil 1 hingga 4 menjadi sasaran sejumlah program bantuan sosial. Warga meminta pemerintah memperkuat verifikasi agar data kesejahteraan tidak berbeda jauh dengan kondisi nyata di lingkungan.

Proses pendataan dinilai perlu melibatkan perangkat dan unsur masyarakat di tingkat bawah. RT, Kader Surabaya Hebat, PKK, Karang Taruna hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama dinilai memiliki informasi langsung mengenai kondisi warga.

Menanggapi hal itu, Zurohtul menjelaskan bahwa penetapan desil tidak semata-mata berdasarkan besarnya penghasilan. Terdapat 39 indikator sosial ekonomi yang menjadi bahan penilaian, termasuk pengeluaran rumah tangga, jumlah kepala keluarga dalam satu rumah dan kepemilikan aset.

Ia juga menegaskan bahwa angka desil bukan satu-satunya penentu seseorang memperoleh bansos maupun Beasiswa Pemuda Tangguh.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, kondisi warga masih dapat ditinjau melalui Musyawarah Kelurahan dan verifikasi faktual. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan bantuan pemerintah lebih sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

 

Minggu, 13 September 2026

Jersey Persija 2026/2027 Terbaru: Desain Merah, Putih dan Oranye

 

Jersey Persija.jpg

Persija Jakarta resmi memasuki musim 2026/2027 dengan koleksi jersey terbaru yang menggabungkan identitas tradisional klub dan sentuhan desain modern. Empat kategori utama menjadi perhatian, yakni jersey kandang, tandang, ketiga, dan kiper.

Jersey Persija kandang 2026/2027 tampil dengan warna merah sebagai dominasi utama. Aksen emas pada sejumlah bagian memberikan kesan premium sekaligus memperkuat karakter klasik Macan Kemayoran. Detail grafis tipis membuat desain terasa lebih dinamis.

Untuk laga tandang, Persija menggunakan warna putih. Kombinasi putih dengan abu-abu, emas, dan hitam menciptakan tampilan yang lebih sederhana. Jersey ini cocok bagi penggemar yang menyukai desain bersih tanpa terlalu banyak elemen.

Jersey ketiga persija menjadi pilihan paling eksperimental. Warna oranye mendominasi dengan perpaduan hitam dan putih. Motif grafis bernuansa Macan membuat jersey tersebut terlihat lebih agresif dan menjadi alternatif menarik bagi kolektor.

Persija juga menghadirkan beberapa pilihan jersey kiper. Berbeda dengan jersey pemain, seragam penjaga gawang lebih mengutamakan fungsi sekaligus kebutuhan membedakan warna dengan pemain di lapangan.

Dari seluruh koleksi, jersey kandang menjadi yang paling kuat dari sisi identitas. Namun jersey ketiga menjadi yang paling menarik bagi suporter yang ingin tampil berbeda.

Secara keseluruhan, jersey Persija 2026/2027 berhasil memberikan empat karakter yang saling melengkapi: klasik, elegan, berani, dan fungsional.

Umum