Selasa, 28 Juli 2020

Namba Kwaiipon,Ketika klepon Dikawinkan dengan Boba

Namba Kwaiipon, Ketika klepon Dikawinkan dengan Boba

 

Klepon memang sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, lebih-lebih di jagat dunia maya. Klepon sendiri diketahui merupakan salah satu bentuk olahan kue tradisional asli Indonesia yang terbuat dari tepung beras. Biasanya pada bagian dalam klepon terdapat gula merah yang lumer, sementara di bagian luarnya akan diberikan toping parutan kelapa segar.  

Sejak kembali hangat diperbincangkan, kini telah cukup banyak orang-orang yang bernostalgia dengan kuliner tradisional satu itu dan bahkan ada pula yang membagikan resep pembuatannya. Lantas benarkah gara-gara klepon yang viral itu Jovi Adhiguna dan Street Boba juga mendapatkan Imbasnya?

Bagi Kamu yang pecinta kuliner, tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan olahan Boba. Salah satu sajian boba yang cukup ternama ada di Jakarta dan dikenal dengan nama Street Boba. Street Boba sendiri diketahui sebagai usaha milik Selebgram tersohor, Jovi Adhiguna. Melalui Street Boba, Jovi mencoba menawarkan olahan minuman dengan berbahan dasar boba dan tentunya memiliki cita rasa kekinian. Olahan boba ini sendiri telah cukup dikenal dan semakin dikenal gara-gara klepon yang viral itu. Kok bisa?

Jika Kamu yang ingin nostalgia bersama klepon namun dengan cara yang berbeda, maka kunjungilah salah satu gerai Street Boba yang ada di dekatmu.

"Street Boba punya salah satu varian menu yang menawarkan cita rasa klepon, yaitu Namba Kwaiipon," katanya dalam keterangannya, Selasa (28/7/2020).

Wah, klepon dikawinkan dengan boba? Seperti apa ya rasanya? Yuk segera kunjungi salah satu Gerai Street Boba terdekat dan rasakan sendiri sensasi makan klepon ala Street Boba, Jovi Adhiguna.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hadirkan Varian Baru Gabungan Klepon dengan Boba, https://www.tribunnews.com/travel/2020/07/29/hadirkan-varian-baru-gabungan-klepon-dengan-boba.

 Editor: Eko Sutriyanto

Senin, 15 Juni 2020

Budidaya Tanaman Mahkota Dewauntuk Tambahan Penghasilan Warga

Budidaya Tanaman Mahkota Dewa untuk Tambahan Penghasilan Warga

 


Mahkota Dewa merupakan salah satu tanaman obat yang berasal dari Papua. Tanaman yang juga dikenal dengan nama Buah Simalakama ini memiliki nama latin Phaleria macrocarpa. Banyak bagian dari tanaman ini yang digunakan untuk berbagai macam obat karena kandungannya yang bermacam-macam. Sebenarnya, tanaman Mahkota Dewa gampang dibudidayakan sehingga di pedesaan banyak yang memiliki tumbuhan para dewa ini. Tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah dan dataran dengan ketinggian maksimal 1200 meter dari dasar laut ini bisa tumbuh dengan besar, sehingga kadangkala difungsikan sebagai pohon peneduh di sekitar rumah. Karena produksi buah ini tidak kenal musim, maka tanaman ini sangat baik dibudidayakan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan.

Untuk menanam mahkota dewa, kita bisa menggunakan biji maupun dengan mencangkoknya. Kebanyakan pembudidaya memilih cara yang kedua karena buah yang dihasilkan lebih berkuaitas.  Pembudidayaan tanaman ini bisa dimulai dengan penggemburan lahan dengan cara dicangkul atau dengan cara lain yang dilanjutkan dengan penggalian lubang dengan diameter 30 cm x 30 cm x 30 cm. Tanah galian lubang tersebut harus dijemur selama sebulan agar zat asamnya menghilang. Setelah itu, tanah itu dicampur dengan pupuk kandang seberat 15 kilogram (kg). Lalu ditutupkan kembali di lubang tersebut bersama bibit. Bibit yang baik untuk ditanam berusia 3 atau 4 bulan. Harganya di pasaran Rp 2.500 per batang.

Selama seminggu dari penanaman awal, usahakan bibit tidak terkena sinar matahari langsung dengan memberi perindang seperti daun kelapa. Untuk penyiraman awal, sebaiknya dilakukan dua hari sekali. Setelah 1,5 bulan, penyiraman jadi seminggu sekali. Atau dua minggu sekali saat kemarau. Selama empat bulan pertama, sebaiknya rerumputan di sekitar pohon dicabuti dan diletakkan di sekitar tanaman sebagai pupuk. Namun pada bulan ketujuh atau bulan kedua belas, sebaiknya mahkota dewa diberi pupuk kandang lagi dengan porsi 5 kg sampai 7 kg per pohon. Setelah 1,5 tahun dari awal tanam, mahkota dewa sudah berbuah. Namun jumlah buahnya masih sedikit, hanya sekitar 25 sampai 50 buah saja. Setelah panen pertama keluar, sebaiknya mahkota dewa banyak-banyak dipupuk agar buah yang keluar juga besar-besar dan banyak. Dalam satu pohon, bisa dihasilkan antara 5 kg sampai 10 kg buah.

Hama yang seringkali ditemukan pada tanaman mahkota dewa, antara lain, belalang, kutu putih, dan ulat buah. Di antara ketiga jenis hama tersebut, ulat buah paling jarang ditemukan menyerang tanaman mahkota dewa. Kemungkinan, kandungan kimia (racun) dalam tanaman ini menjadi suatu bentuk mekanisme pertahanan diri yang alami dari tanaman ini terhadap serangan musuh-musuh alaminya.

Bagian-bagian dari tanaman mahkota dewa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat adalah daun, kulit buah, daging buah, cangkang, dan biji. Masing-masing bagian memiliki khasiat yang berbeda. Namun demikian, dari keseluruhan bagian tanaman ini, yang paling banyak dimanfaatkan hanya dagingnya saja. Untuk mengolahnya, daging buah mahkota dewa diiris halus lalu dijemur selama 5 hari agar mengering dan selanjutnya dijual. Dari satu ton daging buah basah, bisa dihasilkan 200 kg daging buah kering dengan harga daging buah basah Rp 400 per kg. Sementara daging buah kering Rp 6500 per kg.

Jumat, 13 Maret 2020

Hampir Semua Kecamatan di Jakarta Ada Kasus Corona


Anies: Hampir Semua Kecamatan di Jakarta Ada Kasus Corona


Jakarta, CNN Indonesia- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperlihatkan sebaran pasien yang masuk dalam pengawasan maupun positif virus corona (covid-19) di wilayah Jakarta. Anies menyebut hampir di semua kecamatan Ibu Kota terdapat pasien terkait corona.
"Dari gambar ini hampir semua kecamatan ada kasus (virus corona)," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/3).
Anies menyatakan dari data yang dibuat pihaknya ini sebaran masyarakat yang terkait virus corona cukup luas terjadi di Jakarta. Ia khawatir penyebaran ini semakin meluas jika tak dilakukan pencegahan dengan cepat.
"Ini menyebar kesmua tempat, kami enggak punya cukup waktu menunggu. Kami memiliki kewajiban melindungi semua. Penting cepat gerak dan lebih cepat,"
Namun, Anies tak menyebut berapa jumlah warga di Jakarta yang sudah positif virus corona. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengatasi penyebaran virus yang sudah berstatus pandemi ini.
"Langkah yang dilakukan Jakarta di hari ke depan, ini semua dalam kerangka melakukan biasa dilakukan social distancing major," tuturnya.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan tak perlu lagi membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani persebaran virus corona covid-19. Selama ini telah ada organisasi satgas atau task force yang dipimpin Jokowi sendiri.
"Sejak awal saya sampaikan organisasi task force ini sudah ada dan saya komandani sendiri," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).
Sementara di dalamnya telah ada tim reaksi cepat yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Moenardo. Tim ini bertugas menangani proses evakuasi warga di luar negeri, melakukan observasi, hingga melacak kontak dari pasien positif corona.

Sumber:
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200313180646-20-483262/anies-hampir-semua-kecamatan-di-jakarta-ada-kasus-corona



Senin, 24 Februari 2020

Wabah Virus Corona SemakinTak Terkendali

Wabah Virus Corona Semakin Tak Terkendali

 

TEMPO.CO, Jakarta - Para ahli memperingatkan bahwa dunia sedang mendekati titik kritis di mana wabah virus corona akan menjadi pandemi yang tidak terkendali, sebagaimana dikutip Independent, 24 Februari 2020.

Sekitar 80 ribu orang kini telah terinfeksi secara global dan lebih dari 2.600 telah meninggal, sebagian besar di Cina, menurut basis data pelacakan yang dijalankan oleh Universitas Johns Hopkins.

Pada akhir pekan, kepala petugas medis Inggris mengkonfirmasi bahwa empat orang yang dibawa kembali ke Inggris dari kapal pesiar Diamond Princess telah dinyatakan positif, sehingga total kasus di Inggris mencapai 13 kasus. Keempatnya, bersama dengan 28 lainnya, sekarang berada di karantina di Merseyside.

Profesor Paul Hunter, dari University of East Anglia, mengatakan gelombang kasus baru-baru ini di luar Cina "sangat memprihatinkan". Infeksi di Korea Selatan, Jepang dan Iran menjadi penyebab kekhawatiran, sementara serangkaian kasus di Italia adalah "kekhawatiran besar bagi Eropa".

"Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini berbicara tentang penyempitan jendela peluang untuk mengendalikan epidemi saat ini. Titik kritis setelah kemampuan kita untuk mencegah pandemi global tampaknya jauh lebih dekat setelah 24 jam terakhir," ujar Prof Hunter.

Dr. Bharat Pankhania, seorang dosen klinis di Universitas Exeter, mengatakan kepada The Daily Telegraph: "Jelas bahwa semua bahan penting untuk pandemi kini hadir. Lebih baik jujur dan mengatakannya."

Peringatan itu muncul setelah kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pada pertemuan para menteri kesehatan Afrika tentang kekhawatirannya tentang munculnya kasus-kasus yang telah menunjukkan "tidak ada hubungan epidemiologis yang jelas, seperti sejarah perjalanan ke Cina atau kontak dengan kasus yang dikonfirmasi", khususnya di Iran.

Pada hari Senin, Kuwait mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi tiga kasus pertama virus corona pada orang-orang yang telah melakukan perjalanan dari Iran, termasuk seorang warga Arab Saudi. Bahrain juga mengumumkan kasus pertamanya, dengan orang yang terinfeksi baru kembali bepergian dari Iran.

Namun, Cina telah melonggarkan beberapa pembatasan pada pergerakan warganya, termasuk di Beijing, setelah tingkat infeksi baru turun. Sementara mengakui wabah itu tetap "parah dan kompleks", perdana menteri Xi Jingping mendesak bisnis untuk kembali ke pola kerja normal.


Sumber:

 https://tekno.tempo.co/read/1311482/pakar-wabah-virus-corona-mendekati-titik-pandemi-tak-terkendali

Selasa, 04 Februari 2020

WNI Positif Corona diSingapura

WNI Positif Corona di Singapura

 

Seorang warga negara Indonesia ( WNI) yang berada di negara tetangga, Singapura dinyatakan positif terkena virus corona. Meskipun tidak pernah melakukan perjalanan ke China, WNI berjenis kelamin perempuan yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga tersebut mengalami kontak langsung dengan suspect Corona yang ternyata merupakan majikannya. 

Sebagaimana diinformasikan oleh  Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) WNI tersebut menjadi penderita ke-21 yang tercatat di otoritas setempat. Adapun majikan yang mengalami kontak langsung dengannya merupakan kasus ke-19.  Saat ini, WNI berusia 44 tahun tengah menjalani perawatan dan diisolasi di Singapore General Hospital (SGH) menyusul majikannya yang masuk rumah sakit sejak Senin (3/2/2020).

MOH dalam konferensi pers terbarunya juga mengumumkan bahwa ada enam kasus Virus Corona baru yang terdiri atas empat orang yang melakukan kontak dengan rombongan turis asal China dan dua warga Singapura yang baru dipulangkan dari Wuhan. Disebutkan Kementerian bahwa rombongan turis China itu tiba di Singapura pada 22 Januari lalu dan sehari setelahnya mengunjungi sebuah toko produk kesehatan di Cavan Road, Singapura. Rombongan turis itu juga mengunjungi beberapa lokasi lainnya. Rombongan turis China itu sempat melanjutkan perjalanan ke Malaysia antara 24-26 Januari lalu, sebelum kembali ke Singapura melalui Woodlands Checkpoint pada 27 Januari dini hari. Mereka terbang dari Terminal 1 Bandara Changi pada 27 Januari pagi hari, sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Tidak disebut mereka terbang ke mana

Rumah BergayaJepang Rp 400 Jutaan dari MAS Group

Rumah Bergaya Jepang Rp 400 Jutaan dari MAS Group



SERANG, KOMPAS.com - Mega Agung Sembada (MAS) Group memulai tahun 2020 dengan proyek perumahan baru bertajuk Seion @ Serang, Banten. Tak main-main, dalam mengembangkan perumahan tapak (landed house) seluas 8 hektar ini, MAS Group menggandeng perusahaan Jepang, Fujiken Co Ltd. Kendati tak menyebut angka investasi, Direktur Utama MAS Group Suwandi, mengatakan kolaborasi dengan Fujiken ditempuh dengan skema kerja sama operasi.

 

 "Ada transfer pengetahuan, teknologi, dan pengelolaan. Kita mengenal Jepang sangat ketat dengan hal ini. Jadi, kami pilih Jepang untuk membangun bersama Seion Residence sebagai faktor pembeda dengan perumahan lainnya di Kabupaten Serang," tutur Suwandi menjawab Kompas.com, di Serang, Senin (3/2/2020).

 

Untuk diketahui, pasar Serang telah lebih dulu dimasuki raksasa properti Nasional, Ciputra Group dengan proyek CitraLand Puri. Oleh karena itu, MAS Group berupaya membawa diferensiasi yang belum dilakukan pendahulunya melalui pengembangan Seion @ Serang yang mengusung konsep serba Jepang.

 

Tak hanya mitra investasi, keterlibatan Jepang juga menyangkut implementasi desainperumahan (master plan), desain unit rumah, teknologi konstruksi, keamanan, dan pengelolaan saat perumahan ini tuntas dibangun. Perwakilan Fujiken Co Lt untuk proyek mancanegara, Naotsugu Suzuki, menambahkan, kemampuan perusahaannya dalam sektor konstruksi, dan pengembangan (development) akan diterapkan pada proyek ini.

 

 "Kami bersama-sama dengan MAS Group sebagai mitra lokal, memberikan yang terbaik untuk pasar Serang," ujar Suzuki.

 

Seion @ Serang, merupakan proyek kedua Fujiken di mancanegara setelah proyek apartemen di Hanoi, Vietnam. Suzuki percaya diri, proyek perumahan ini akan mendapat sambutan positif pasar, mengingat belum ada satu pun pengembangan properti dengan konsep serba Jepang.

 

Sumber:

https://properti.kompas.com/read/2020/02/03/170829121/mas-group-tawarkan-rumah-bergaya-jepang-rp-400-jutaan.

Rabu, 22 Januari 2020

Militer Iran Salah tembak Pesawat Komersial Ukraina

Waspada serangan F-35 AS,

Militer Iran Salah tembak Pesawat Komersial Ukraina

 

 

Insiden tertembaknya pesawat sipil komersial Ukraina pada Rabu (8/1) pagi mengundang keprihatinan banyak pihak. Insiden yang terjadi seiring dengan perseteruan terbuka antara Iran dan Amerika Serikat tersebut menewaskan seluruh 176 penumpang dan kru.  

 

Sebagaimana disebutkan dalam permintaan maaf dari Pemerintah Iran, peristiwa tersebut disebabkan oleh humam error ditengah kemungkinan adanya serangan dari AS terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menduga Iran melakukan kesalahan fatal menembak jatuh pesawat komersial Ukraina dengan rudal karena gugup setelah diprovokasi oleh jet tempur F-35 milik Amerika Serikat.

 

"Ada informasi bahwa Iran sedang menunggu serangan lain dari AS, mereka tidak tahu dalam bentuk apa, tetapi ada setidaknya enam jet tempur F-35 di wilayah udara tepat di perbatasan Iran," kata Lavrov dikutip dari AFP, Sabtu (18/1).

 

Teheran sendiri mengakui kecelakaan itu terjadi karena human error. Lavrov pun memaklumi posisi Iran saat itu. Dia menyatakan tidak ingin memihak pada siapapun, namun mengecam tindakan Washington membunuh perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Umum