Sabtu, 01 Agustus 2026

Cara Merubah Ruang Makan Sempit Jadi Terasa Luas

Cara Merubah Ruang Makan Sempit Jadi Terasa Luas

Punya ruang makan mungil bukan berarti harus pasrah dengan suasana yang terasa sempit. Baik di rumah tapak maupun apartemen, area makan tetap bisa tampil nyaman, estetik, sekaligus terasa lebih lega tanpa perlu membongkar dinding atau mengeluarkan biaya renovasi besar.

Kuncinya ada pada penataan interior. Mulai dari pemilihan furnitur, pencahayaan, hingga dekorasi yang tepat, semuanya bisa menciptakan ilusi ruang yang lebih luas. Berikut delapan trik sederhana yang bisa langsung dicoba.

Lanjut baca di sini Cara Merubah Ruang Makan Sempit Jadi Terasa Luas

Jumat, 31 Juli 2026

OJK Tutup 10 BPR Sepanjang 2026, Dana Nasabah Dijamin Aman oleh LPS

CB Magazine » Keuangan » OJK Tutup 10 BPR Sepanjang 2026, Dana Nasabah Dijamin Aman oleh LPS

OJK Tutup 10 BPR Sepanjang 2026, Dana Nasabah Dijamin Aman oleh LPS

 

Otoritas Jasa Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan penertiban terhadap industri perbankan. Hingga akhir Juli 2026, regulator telah mencabut izin usaha 10 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di berbagai daerah di Indonesia.

Terbaru, OJK mencabut izin usaha BPR Syariah Hasanah Mandiri yang berlokasi di Jalan Cinere Raya, Blok D/102-B, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. Pencabutan izin tersebut ditetapkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.03/2026 tertanggal 16 Juli 2026.

Sebelumnya, sepanjang Juli 2026 OJK juga telah menutup BPR Mataram Mitra Manunggal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan BPR Dwicahya Nusaperkasa di Jawa Timur.

Pada Juni 2026, giliran BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Jawa Tengah yang kehilangan izin operasional. Sementara pada April 2026, OJK mencabut izin usaha BPR Sungai Rumbai di Sumatera Barat.

Lanjut baca di sini  OJK Tutup 10 BPR Sepanjang 2026

Kamis, 30 Juli 2026

Gugurnya Adisucipto .

Gugurnya Adisucipto .
Tahukah kamu? Salah satu pahlawan TNI Angkatan Udara gugur bukan saat menyerang musuh, tetapi ketika menjalankan misi kemanusiaan. Namanya Komodor Muda Udara Anumerta Agustinus Adisutjipto, pilot pertama Angkatan Udara Indonesia yang lahir di Salatiga pada 4 Juli 1916. Pada Agresi Militer Belanda I tahun 1947, Adisutjipto bersama Abdulrahman Saleh menerbangkan pesawat Dakota VT-CLA, menuju India untuk menembus blokade udara Belanda. Misi itu berhasil membawa pulang bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya, yang sangat dibutuhkan Indonesia. Namun, saat pesawat hendak mendarat di Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta, pada 29 Juli 1947, dua pesawat tempur Kittyhawk Belanda tiba-tiba menyerang. Pesawat Dakota jatuh. Agustinus Adisutjipto gugur bersama Abdulrahman Saleh dan sejumlah penumpang lainnya. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah TNI Angkatan Udara.

Gugurnya Adisucipto dan kawan-kawan

#SejarahIndonesia #Sejarah #SayaSukaSejarah #thedjadoeler #penikmatsejarah #short #shorts #shortvideo #history  #TNI #TNUAU #SejarahMiliter #Indonesia #adisoecipto #adisoemarmo #abdurrachmansaleh #maguwo #Dakotavtcla #pahlawannasional #angkatanudara

Lulus S3 di Usia 27 Tahun, Yesita Jadi Doktor Termuda UGM dengan IPK 3,99

Yesita Vera Saraswati mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi wisudawan termuda Program Doktor pada Wisuda Pascasarjana Periode IV Universitas Gadjah Mada (UGM). Perempuan asal Klaten, Jawa Tengah, itu menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan dalam waktu 3 tahun 9 bulan 10 hari dan lulus dengan predikat cumlaude serta IPK 3,99.

Saat diwisuda, usia Sita baru 27 tahun 10 bulan. "Rasanya luar biasa. Ada perasaan lega ketika segala sesuatu yang dulunya terasa sangat berat akhirnya terbayar setelah lulus," ujarnya.

Selama menempuh studi, Yesita Vera tidak hanya menyelesaikan disertasi, tetapi juga memimpin tim penelitian yang beranggotakan sekitar 70 hingga 80 mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai laboratorium.

Melalui Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), Sita meneliti pengembangan ayam lokal melalui persilangan dan seleksi genetik. Penelitiannya bertujuan menghasilkan galur ayam lokal baru yang memiliki kualitas genetik lebih baik dan berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional.

Di tengah padatnya aktivitas riset, Sita tetap aktif berorganisasi dan mengikuti kegiatan seni budaya. Setelah resmi menyandang gelar doktor, ia bertekad berkarier sebagai akademisi. Baginya, gelar doktor bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, meneliti, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Baca selengkapnya di sini

Yesita Vera Saraswati, Doktor Termuda UGM dengan IPK 3,99

Rabu, 29 Juli 2026

Menata Ruang Masa Depan: Menerjemahkan Rencana Tata Ruang Menuju Aksi Nyata Berkelanjutan

Penyelenggaraan penataan ruang merupakan salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui tata ruang, pemerintah memiliki pedoman dalam mengarahkan pemanfaatan ruang agar selaras dengan potensi wilayah, daya dukung lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta tujuan pembangunan jangka panjang.  Perkembangan wilayah yang pesat akibat pertumbuhan penduduk, urbanisasi, industrialisasi, serta peningkatan aktivitas ekonomi telah menyebabkan kebutuhan ruang terus meningkat. Ruang tidak lagi dipandang sekadar wadah aktivitas manusia, melainkan sumber daya bernilai ekologis, sosial, ekonomi, budaya, dan pertahanan yang harus dikelola secara seimbang. Oleh karena itu, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) disusun untuk memberikan arahan struktur ruang, pola ruang, serta kawasan strategis yang menjadi acuan seluruh pelaku pembangunan.

Lanjut di sini

Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang


Karier mentereng di korporasi negara menjadi batu loncatan yang cukup berarti birokrasi. Inilah narasi hidup Anom Widiyantoro, pria kelahiran Cimahi, 20 Maret 1970, yang sempat membawa sejuta harapan bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.
Berbekal gelar Magister Manajemen dari Universitas Padjadjaran, langkah kaki Anom semula begitu kokoh. Dua puluh lima tahun lamanya ia mengabdi di PT Wijaya Karya (WIKA), meniti tangga dari staf biasa hingga melesat menjadi General Manager. Tak berhenti di sana, ia bahkan dipercaya menduduki kursi Direktur Keuangan PT Hotel Indonesia Property. Rekam jejak murni profesional BUMN ini yang membuatnya tampak berkilau.
Magnet panggung politik rupanya terlalu kuat untuk ditepis. Didukung oleh koalisi besar Partai Golkar, ia memenangkan Pilkada 2024 dan resmi dilantik sebagai Bupati Pemalang pada 20 Februari 2025. Angin segar perubahan diembuskan, janji-janji kemakmuran dititipkan di pundaknya.
Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang

Sabtu, 25 Juli 2026

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang

Akhir-akhir ini, isu pemanfaatan ruang hangat menjadi sorotan masyarakat akibat maraknya kasus yang bersinggungan langsung dengan hukum. Fenomena alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan tambak, pendirian bangunan di atas sawah yang tergolong Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), aktivitas pertambangan ilegal di kawasan lindung, hingga menjamurnya bangunan liar di sepanjang sempadan sungai merupakan potret buram penataan ruang kita saat ini.

Di sisi lain, ruang hidup tempat manusia dan makhluk hidup lainnya beraktivitas serta mempertahankan kelangsungan hidup memiliki keterbatasan dimensi fisik yang mutlak. Tidak semua jengkal ruang dapat dihuni atau digunakan secara bebas karena adanya wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana. Kompleksitas ini diperparah oleh pola pelibatan masyarakat yang masih timpang.

Selama ini, warga umumnya hanya dilibatkan pada tahap awal perencanaan (seperti penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW) yang sifatnya formalitas hanya diwakili segelintir tokoh masyarakat atau perangkat desa yang dianggap representatif. Sebaliknya, pada tahap pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang, suara serta keterlibatan aktif warga terdampak sering kali diabaikan.

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang



Umum