Sabtu, 25 Juli 2026

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang

Akhir-akhir ini, isu pemanfaatan ruang hangat menjadi sorotan masyarakat akibat maraknya kasus yang bersinggungan langsung dengan hukum. Fenomena alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi kawasan tambak, pendirian bangunan di atas sawah yang tergolong Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), aktivitas pertambangan ilegal di kawasan lindung, hingga menjamurnya bangunan liar di sepanjang sempadan sungai merupakan potret buram penataan ruang kita saat ini.

Di sisi lain, ruang hidup tempat manusia dan makhluk hidup lainnya beraktivitas serta mempertahankan kelangsungan hidup memiliki keterbatasan dimensi fisik yang mutlak. Tidak semua jengkal ruang dapat dihuni atau digunakan secara bebas karena adanya wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana. Kompleksitas ini diperparah oleh pola pelibatan masyarakat yang masih timpang.

Selama ini, warga umumnya hanya dilibatkan pada tahap awal perencanaan (seperti penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW) yang sifatnya formalitas hanya diwakili segelintir tokoh masyarakat atau perangkat desa yang dianggap representatif. Sebaliknya, pada tahap pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang, suara serta keterlibatan aktif warga terdampak sering kali diabaikan.

Menakar Urgensi Partisipasi Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang



Sejarah hamburger, makanan paling laris di dunia

Hamburger dikenal sebagai makanan khas Amerika Serikat, tetapi memiliki akar sejarah yang panjang dan lintas budaya. Kisah asal-usulnya sering dikaitkan dengan bangsa Tartar, meski lebih dianggap sebagai legenda. Jejak yang lebih jelas terlihat pada hidangan steak tartare di Eropa.

Selasa, 21 Juli 2026

Pejabat Baru BGN yang dilantik Juli 2026

 Pejabat Baru BGN yang dilantik Juli 2026


Sore itu, Selasa (21/7/2026), suasana di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, terasa berbeda dari biasanya. Langkah kaki para pejabat dan sorot lampu kamera media memenuhi ruangan. Di tengah perhatian publik yang tertuju pada efektivitas program-program gizi nasional, BGN secara resmi mengumumkan kabar penting: perombakan besar-besaran di jajaran Pimpinan Tinggi Madya.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, berdiri di hadapan awak media untuk memperkenalkan lima sosok baru yang siap memegang kendali di posisi-posisi krusial. Bukan tanpa alasan, perombakan ini merupakan langkah cepat menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto guna memperbaiki tata kelola lembaga serta mengakselerasi program prioritas Makan Bergizi Gratis.

"Melalui penunjukan langsung oleh Presiden. Kemarin, kami mendapatkan Kepres untuk mengangkat beliau-beliau ini, pejabat tinggi madya," ujar Arumsari dengan mantap di hadapan para wartawan.

Arumsari tak menampik bahwa BGN membutuhkan penyegaran dan amunisi baru. Tantangan besar dalam memastikan distribusi gizi yang merata dan transparan di seluruh Indonesia menuntut jajaran pimpinan yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga siap bergerak cepat. "Kami membutuhkan tim untuk memperbaiki tata kelola BGN dan Makan Bergizi Gratis," tambahnya menyoroti komitmen BGN.

Deretan Nahkoda Baru di BGN

Lantas, siapa saja sosok-sosok yang dipercaya mengisi kursi strategis ini? Berikut adalah lima pejabat tinggi madya yang baru saja resmi dilantik:

  • Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si. – Memegang posisi kunci sebagai Sekretaris Utama, siap mengawal administrasi dan operasional BGN secara menyeluruh.

  • dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M. – Dipercaya sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, bertugas merapi regulasi dan alur kerja internal.

  • Zainuri, Ak. – Mengisi posisi Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, sosok yang bakal menjamin rantai pasok dan distribusi gizi berjalan lancar tanpa hambatan.

  • Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. – Menjabat sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, siap membangun sinergi dengan berbagai pihak dan memperluas jangkauan edukasi gizi.

  • Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. – Mengemban amanah sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, garda terdepan dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas program.


Misi Besar Menjaga Piring Gizi Anak Bangsa

Masuknya darah baru di jajaran pimpinan BGN ini membawa angin segar sekaligus harapan besar bagi masyarakat. Tugas di depan mata jelas tidak mudah—memastikan program Makan Bergizi Gratis benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan dengan kualitas yang terjaga.

Kini, publik menunggu gebrakan nyata dari formasi baru BGN ini dalam membuktikan transparansi dan efektivitas kerja demi masa depan gizi anak-anak Indonesia

Umum